Makam & Masjid Kuno Taman Destinasi Wisata Religi Kota Madiun

Makam & Masjid Kuno Taman Destinasi Wisata Religi Kota Madiun

 

Salah satu cagar budaya di wilayah kota Madiun yang populer sebagai destinasi religi adalah Makan dan Masjiod Kuno Taman.  Area seluas hampir 3,5 hektar ini Terletak di Jalan Asahan Kota Madiun,pengunjung akan bisa dengan mudah menemukan keberadaan masjid dan makam kuno ini karena lokasinya yang cukup strategis dan berada di antara pemukiman  warga.

Memasuki pintu Gerbang masjid,  nuansa masa lalu masih begitu kental terpancar dari masjid . sejak 1754, total baru 3 kali masjid ini mengalami renovasi tanpa mengubah struktur aslinya. Terlihat dari bagian-bagian utama masjid, seperti empat tiang utama penyangga atap, jendela dan juga pintu masjid yang terbuat dari kayu jati . Begitu pula atap masjid berbentuk kerucut joglo bertumpuk khas bangunan jawa masa lampau.  

Di sebelah selatan bangunan masjid, terdapat pintu masuk ke makam kuno Taman. Makam peristirahatan 14 bupati beserta para penasehat serta keturunan mereka.

Dalam literatur sejarah disebutkan, Masjid kuno Taman dibangun di wilayah madiun yang kala itu berada di bawah kerajaan mataram oleh Kiai Ageng Misbach atau Kiai Donopuro di tahun 1754. itulah kenapa Awalnya masjid taman diberi nama Masjid Donopuro.

Wilayah ini awalnya diberikan kepada Rangga Prawirodirjo I yang saat itu menjabat wedana  Kerajaan Mataram di kawasan sepanjang timur Gunung Lawu. Selanjutnya, wilayah ini diserahkan kepada Kiai Ageng Misbach yang merupakan penasihat dari sang Pengeran.

Melalui masjid inilah, syiar agama Islam di wilayah Karesidenan Madiun terjadi.

Pada tahun 1981, Setelah masjid kuno Donopuro masuk dalam daftar peninggalan cagar budaya,  namanya  diganti menjadi Masjid Besar Kuno Madiun.

Muhjainal Fatah, keturunan dari Kiai Misbach, pendiri masjid kuno taman yang sekaligus juga merupakan koordinator wilayah Madiun dari Balai Pelestarian dan Pemeliharaan Peninggalan Trowulan menjelaskan, bahwa makam kuno Taman berisi makam para wedana, 14 bupati, adipati, para kiai serta keluarga mereka.  Setiap harinya ada 4 juru pelihara makam yang bertugas untuk merawat dan memelihara makam-makam leluhur ini secara bergantian.

Muhjainal menambahkan, masjid dan makam kuno Taman biasanya ramai oleh pengunjung untuk berziarah pada hari-hari besar Islam, seperti tahun baru Islam yang lazim disebut   sasi Suro, maulud nabi, dan hari-hari jelang puasa ramadhan.  Mereka datang dari berbagai wilayah tidak hanya untuk berziarah di makam leluhur, tetapi juga untuk beri’tikaf karena menganggap masjid dan makam kuno ini  sebagai tempat mustajab untuk berdoa.

Keberadaan masjid dan makam kuno Taman sebagai saksi sejarah Madiun di masa lampau merupakan cagar budaya yang tidak ternilai harganya. Untuk itulah kita sebagai warga kota Madiun sudah sewajarnya harus ikut menjaga dan melestarikan warisan yang ada.

Pendengar Setia Jangan sampai ketinggalan berita-berita menarik! Terus dengerin 93.8 Radio Ge FM Madiun dan streaming disini atau Anda juga bisa download aplikasi GeFM Gabriel diPlaystore. Selain itu anda bisa follow instagram & twitter di @radiogefm dan like fanspage 93.8 Radio Ge FM Madiun.

 

 

 

 

 

 

Request Lagu

Download Aplikasi Ge FM

Pop 15

1

Mustahil Tuk Bersama

Geisha ()
2

Hujan Bulan Juni

Ghaitsa Kenang ()
3

7 Bidadari

Naif ()
4

Salahkah

Zigas ()
5

Solo

Bams ()

Dangdut 15

1

Mikirin Kamu

Ayu Ting Ting ()
2

Dia

Cita Citata ()
3

Gak Apa-apa

Juwita Bahar ()
4

Prasasti Asmoro

Silvi ()
5

Jaga Mahkotamu

Seruni Bahar ft Tiara Bahar ()
Hubungi Kami
PT. Radio Gabriel
Jl. Pesanggrahan V Taman Madiun
(0351) 464051
(0351) 464051
(0351) 465277
0852 5722 2001
Statistik
Hari ini16 Total146929 Hits157 Online2
Facebook Ge FM
Twitter Ge FM