Kenali Challenge Terbaru Dan Bahayanya

Kenali Challenge Terbaru Dan Bahayanya

 

Skip Challenge mulai mereda, kini marak lagi tantangan terbaru yang tak kalah bahaya. Eraser challenge atau tantangan penghapus tengah populer di media sosial dan ditiru remaja. Lagi-lagi, peran besar orang tua dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan ini.

Di Negara lain , eraser challenge atau disebut juga ABC game sebetulnya bukanlah hal baru. Pada 2012 silam kasus ini pernah marak dan sempat mereda di tahun 2015 setelah seorang anak jadi korban. Akibat mengalami Toxic Shock Syndrome, yang berasal dari kuman penghapus kotor. Namun belum lama, kasus kembali mencuat. Lebih mengetren dan makin bahaya, hingga viral di media sosial.

Eraser challenge merupakan  tantangan yang dilakukan para remaja dengan menggosok penghapus di kulit lengan sambil membaca abjad atau mengatakan sesuatu. Menghapus tangan pun harus secepat dan sekeras mungkin, tak boleh terputus hingga kulit lecet, bahkan terluka. Tujuannya untuk melihat berapa lama mereka bisa bertahan dari rasa sakit.

Versi terbaru agak berbeda. Hasil tantangan kemudian dibandingkan lewat media sosial dengan remaja lain. Luka makin parah makin baik, mereka lah yang dianggap pemenang. Walau beberapa anak juga berbagi foto dengan perban atau plester untuk menutupi luka dengan tagar #regret, tetap saja pernyataan kapok dan menyesal mereka terlambat.

Penyebaran tantangan secara luas lewat media sosial inilah yang juga dicemaskan banyak pihak, dan perlu mendapat perhatian lebih sehingga bisa dicegah.Para ahli menyebut tantangan eraser challenge berbahaya. Bukan hanya bagi fisik, tapi juga mental. Ketua umum Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mengatakan  bahwa tantangan tersebut merupakan permainan bahaya yang murni berunsur kekerasan dan tidak membangun karakter anak.

Luka bakar yang muncul dari panas atau bahan kimia, bisa merusak pelindung kulit alami sehingga potensi bakteri masuk meningkat--termasuk bakteri yang tadinya hidup normal di kulit--dan memicu infeksi. Jika lukanya serius, anak mungkin perlu antibiotik, bahkan lebih buruk dan bisa mengancam kehidupan.

Sebab berdampak negatif, peran orang tua penting untuk mencegah anak-anak agar tidak mudah mengikuti segala bentuk fenomena tantangan di media sosial. Menurut Arist, salah satu caranya adalah membekali anak-anak dengan pendidikan moral dan agama.

Sementara jika sudah terlanjur terjadi, Dr Joelle Simpson juga menyarankan agar orang tua tetap tanggap dan waspada. Sebab, anak belum tentu selalu jujur soal yang dialaminya. Untuk luka yang tampak, segera cuci dengan sabun dan air, lalu oleskan salep antibiotik seperti Neosporin. Bawa ke dokter jika tak kunjung sembuh.

 

Pendengar Setia Jangan sampai ketinggalan berita-berita menarik! Terus dengerin 93.8 Radio Ge FM Madiun dan streaming disini atau Anda juga bisa download aplikasi GeFM Gabriel diPlaystore, Follow Twitter dan Instagram @RadioGeFM, Fanspage 93,8 Radio Ge FM Madiun. Radio Ge FM Madiun selalu setia bersama dengan informasi yang edukatif. 

 

 

Sumber : Beritatagar.id

Editor : Risna

 

 

 

 

 

Request Lagu

Download Aplikasi Ge FM

Pop 15

1

Aku Takut

Republik ()
2

Sekali Lagi

Isyana Sarasvati ()
3

Maafkan Aku

Zian Spectre ()
4

Mencoba Mengalah

Cathyn ()
5

Jadi Milikku

Marcell & Raline ()

Dangdut 15

1

Kost Kostan

Duo Serigala ()
2

Kamu Kamu Kamu

Ayu Ting Ting ()
3

Cinta Abal-Abal

Della Adelia ()
4

Serda

Susie Legit ()
5

Preman Juga Manusia

Tessa Amelia ()
Hubungi Kami
PT. Radio Gabriel
Jl. Pesanggrahan V Taman Madiun
(0351) 464051
(0351) 464051
(0351) 465277
0852 5722 2001
Statistik
Hari ini22 Total141859 Hits22 Online1
Facebook Ge FM
Twitter Ge FM